Steve Jobs’ Life By Design: Lessons to be Learned from His Last Lecture

Free download. Book file PDF easily for everyone and every device. You can download and read online Steve Jobs’ Life By Design: Lessons to be Learned from His Last Lecture file PDF Book only if you are registered here. And also you can download or read online all Book PDF file that related with Steve Jobs’ Life By Design: Lessons to be Learned from His Last Lecture book. Happy reading Steve Jobs’ Life By Design: Lessons to be Learned from His Last Lecture Bookeveryone. Download file Free Book PDF Steve Jobs’ Life By Design: Lessons to be Learned from His Last Lecture at Complete PDF Library. This Book have some digital formats such us :paperbook, ebook, kindle, epub, fb2 and another formats. Here is The CompletePDF Book Library. It's free to register here to get Book file PDF Steve Jobs’ Life By Design: Lessons to be Learned from His Last Lecture Pocket Guide.

Great Expectations.

Cultivate Your Curiosity. Think Like an Artist. Think Big but Start Small. Save Face. Make Time Enough for Love.

Create Great Products. Invest Time in Your Children. Live Life Accept Death. Trust Lifes Processes. Find What You Love. Seek Shared Visions. Deal with the Reality of the Situation. Embrace Idealism. Stay Hungry Stay Foolish. One More Thing Letting Go. Sesudah standford menggunggah video dan teksnya, sambutan Jobs jadi begitu terkenal.

Videonya menjadi video sambutan wisuda yang paling banyak ditonton sepanjang sejarah, Pidato itu berisi tiga tema utama-kehidupan, cinta, dan kematian-bersesuaian dengan awal, pertengahan, dan akhir hidupnya. Jobs meroket sepanjang hidup karena tahu hidup itu pendek; ia sering berkata ingin "meninggalkan jejak di alam semesta". Ia pun merancang hidupnya sesuai dengan niat itu; dan begitu melihatnya ia juga mengubah dunia kita.

Randy Pausch and the Famous Last Lecture

Membaca buku ini sebenarnya bagi saya adalah semacam pelengkap setelah saya menonton sebuah film dokumenter keluaran tahun - which is adalah tahun yang sama buku ini diterbitkan fyi saya membaca versi Bahasa Indonesia - berjudul "Steve Jobs: Man in the Machine" yang merupakan suatu footage mengenai perjalanan hidup seorang Jobs mulai dari permulaan hidupnya yang memang tidak biasa hingga menjadi begitu luar biasanya hingga membuatnya mampu merubah dunia. Buku ini bagi saya merupakan suatu penerjemah dari banyak informasi mentah yang saya dapatkan ketika menonton film dokumenter yang saya ceritakan tadi.

Ya, saya mungkin mengenal Jobs tapi tak begitu geeky sampai membuat saya mengerti mengenai dunia teknologi yang digelutinya, sekalipun saya tetap dibuat kagum akan filosofi hidupnya baik lewat film maupun buku yang menceritakan tentang sosoknya. Diawal buku Anda akan disuguhi suatu "pengantar" apik yang akan membuat Anda semakin penasaran untuk melanjutkan:.

Seperti disampaikan Jobs pada pidatonya di depan lulusan Standford University, ia menekankan tiga hal yang akan berusaha diceritakannya yaitu. Cerita pertama ini merupakan suatu awal perjalanan Jobs sejak ia dilahirkan, mengenai bagaimana ibu biologisnya memutuskan untuk mencarikan orangtua adopsi bagi anaknya tersebut, alasannya bukan apa-apa, ia justru hanya akan memperbolehkan putranya ini diadopsi oleh orangtua berpendidikan karena ia ingin putranya dijamin hidup dan pendidikannya hingga ia besar nanti.

Cerita ini menjadi menarik karena ia mengisahkan bahwa ia ditolak oleh keluarga pengacara yang akan mengadopsinya karena mereka menginginkan seorang anak perempuan.

Shop with confidence

Jobs akhirnya diadopsi oleh keluarga yang menjadi tempat bernaungnya hingga ia besar kelak. Keluarga sederhana yang hanya mampu memberikan kehangatan dan kasih sayang untuknya, yang dengan lantang menjanjikan pendidikan yang layak bagi bayi laki-laki yang saat itu mereka belum tahu bahwa berdekade-dekade kedepan akan mampu merubah dunia itu. Ibu angkatnya tidak pernah kuliah bahkan Ayah angkatnya ternyata tidak lulus SMA, namun mereka menepati janjinya pada ibu Jobs dengan memberikan akses pendidikan yang layak dengan memasukkan Jobs ke Reed College. Titik-titik ini terus berlanjut dengan keputusan Jobs untuk drop out karena katanya ia tidak mendapatkan nilai dari apa yang dipelajari selama enam bulan awal ia belajar disana.

Ada banyak cerita bermula dari sini, mulai bagaimana Jobs sempat ketakutan dengan jalan yang diambilnya, hingga keputusan-keputusan hidup yang diambil setelahnya. Cerita pertama ini ditutup Beahm dengan mengutip kiranya satu paragraf pidato Jobs mengenai titik-titik yang terhubung, dengan versi aslinya kira-kira seperti ini.

New York Times Bestselling Author Types on a Das Keyboard

Memulai dengan memberikan nama aneh yang mereka tujukan bukan untuk apa-apa, katanya hanya sekedar nama pertama yang muncul ketika mereka memikirkan sebuah nama untuk perusahaan impian yang mereka mulai dengan ekspektasi yang tidak begitu tinggi awalnya. Hingga akhirnya Jobs dan Woz berhasil mengukuhkan perusahaan tersebut dalam jajaran aset dengan nilai tertinggi di dunia, dengan produk-produk handal revolusioner yang mengguncang dunia.

About This Item

Bagian ini pula menceritakan mengenai bahwa kegagalan nampaknya memang sebuah keharusan untuk kelak akan membuahkan kesuksesan. Bahwa Jobs menghadapi banyak hal untuk menjadi Jobs yang kita kenal, untuk selanjutnya menjadi Jobs yang kita kenang hingga hari ini. Puncaknya adalah ketika ia dipecat dari perusahaan yang didirikannya sendiri, tentang konflik yang ada dan bagaimana akhirnya masalah tersebut memberikan challenge baru baginya untuk melakukan hal lain yang ia pikir mampu dilakukannya.

Hingga akhirnya mendirikan perusahaan baru bertajuk NeXT, melanjutkan kecintaannya pada usaha pembuatan video game , bekerja pada perusahaan Walt Disney hingga Pixar. Yang terpenting bagi Jobs adalah mencintai apa yang dikerjakan, maka tidak akan masalah seberapapun halangan besar menghadang, kita tahu akan melaluinya selama kita percaya bahwa apa yang kita kerjakan adalah berharga. Segalanya itu bagi Jobs merupakan hal tak ternilai yang kelak amat disyukurinya, yang membuatnya dengan bangga menceritakan kegagalan demi kegagalan yang dihadapinya untuk kemudian membayar mutlak dengan keberhasilan yang mengagumkan.

Bagian terakhir dari buku ini sebagaimana disampaikan Jobs dalam pidato aslinya di Stanford University kala itu adalah mengenai kematian. Ia menceritakan bagaimana ia terdiagnosis kanker pankreas dan bahwa ia bahkan tidak tahu pankreas itu apa dan ada dibagian mana dalam tubuhnya. Pada bagian ini ia mengejutkan wisudawan Standford untuk merenungkan kematiannya sendiri. Bukan untuk memohon simpati, justru Jobs disini dengan bijak mengingatkan bahwa waktu kita di dunia ini tidak banyak, jadi kelak terimalah kematian jika memang sudah saatnya datang.

Terimalah kematian dengan lapang karena kita tahu telah melakukan apa yang kita mau, bahwa kita telah meninggalkan jejak pada dunia.


  1. Always Look Twice (Mills & Boon Intrigue) (Bombshell, Book 15).
  2. Medicine and the Market in England and its Colonies, c. 1450–c. 1850.
  3. Steve Jobs;
  4. Quick Links!
  5. Steve Jobs' Life by Design : Lessons to Be Learned from His Last Lecture | eBay.
  6. Daily Press - We are currently unavailable in your region.
  7. 1. Follow your heart and trust that it knows where it's going..

Pada akhirnya saya memberikan empat bintang untuk buku ini, rasanya versi Bahasa Indonesia yang saya baca cukup rapi dan tidak menghilangkan esensi dari bahasa aslinya. Terlepas dari beberapa bahasan yang mungkin saya sendiri juga kurang paham maknanya karena kaitannya dengan bahasa teknologi yang awam bagi saya, saya menyukai cara penulis bercerita.

Serta penggalan-penggalan kisah hidup Jobs yang dipilih penulis dalam buku ini seakan pas untuk melengkapi tiga poin-poin besar bahasan yang berusaha disampaikan Jobs dalam pidatonya. Bagi saya buku ini cocok bagi mereka yang tidak terlalu menyukai bahasan biografi atau autobiografi yang terlalu panjang dan bertele-tele. Buku setebal halaman ini rasanya bisa dibaca sekali duduk karena bahasanya ringan dan tidak berat.

Namun bagi penyuka biografi atau autobiografi lengkap mungkin buku ini akan terasa kurang karena bahasannya yang terlalu superfisial. Bagaimanapun, bagi saya buku ini tetap cukup berhasil pada tujuannya untuk menggugah dan menginspirasi. Goodreads helps you keep track of books you want to read. Want to Read saving…. Want to Read Currently Reading Read. Other editions. Enlarge cover. Error rating book. Refresh and try again. Open Preview See a Problem? Details if other :. Thanks for telling us about the problem.

Steve Jobs' Life by Design : George Beahm :

Return to Book Page. On June 12, , Steve Jobs gave his first—and only—commencement address, to the th graduating class at Stanford University, an audience of approximately 23, They witnessed history: Jobs' minute prepared speech subsequently reached 26 million online viewers worldwide. It is by far the most popular commencement address in history, framed with "three stories" that On June 12, , Steve Jobs gave his first—and only—commencement address, to the th graduating class at Stanford University, an audience of approximately 23, It is by far the most popular commencement address in history, framed with "three stories" that succinctly summed up the most important lessons Jobs learned in life.

Life-changing lessons, he explained, can only be connected when looking back, which he had done in preparation for his talk. Steve Jobs' Life by Design starts with Jobs' own words in the text of his talk and expands outward from there. In the address, Jobs gave us the dots, but he didn't have the luxury of time to connect them. So much about his life, his viewpoint, and his personal and business philosophies were mentioned but not explained. We know what he said, but what actually did he mean? What can we learn from him? This book connects those dots.

We see Jobs' life and career through his own eyes, in context, and in proper perspective. His process of looking back illuminated his life—and by doing so, he serves as an inspiration to illuminate our lives as well. Get A Copy.

Shop by category

Which, I think, was actually a pretty cool book. It was with Chip Walter who's a Pittsburgh based author who's quite good. And the wrote a book on basically the science of Star Trek, what has come true.


  • Steve Jobs - Wikipedia;
  • Steve Jobs' Life By Design.
  • Publisher Description.
  • "Achieving Your Childhood Dreams" by Randy Pausch.
  • Is your family bible valuable?.
  • And they went around to top places around the country and looked at various things and they came here to study our virtual reality set up. And so we built a virtual reality for him. It looks something like that. We put it in, put it to red alert. He was a very good sport. It's not like he saw that one coming.

    And it's really cool to meet your boyhood idol. But it's even cooler when he comes to you to see what cool stuff you're doing in your lab. That was just a great moment. All right, winning stuffed animals. This may seems mundane to you, but when you're a little kid and you see the big buff guys walking around in an amusement park and they got all these big stuffed animals, right? And this is my lovely wife. And I have a lot of pictures of stuffed animals I've won.

    That's my Dad, posing with one that I won.

admin